10 tahun lamanya

Dia pernah sesekali hilang dari pengawasanku. Tapi itu tak pernah lama. Kekosongannya selalu seakan menghampiriku lagi untuk diisi. Kupikir aku takkan lagi melihatnya. Tapi tanpa dicari, ia kutemukan lagi. Berhari-hari dilewati dengan hadirnya yang teramat berarti. Tanpanya, mungkin aku bisa menangis begitu sampai di kota. Atau mungkin menciptakan resah hati yang tiada henti selama perjalanan. … Continue reading 10 tahun lamanya

Advertisements

Muhasabah

Sungguh indah diri yang senantiasa bermuhasabah. Ingin rasanya diri ini menjadi salah satu bagian dari mereka para sholihin yang senantiasa mengumpulkan dosa di tiap lembaran kertas agar dapat membuangnya. Bahkan Umar Bin Khattab pernah berkata "Lakukanlah muhasabah terhadap diri sendiri,  sebelum orang lain melakukannya terhadap diri Anda". Ya,  benar.  Adakalanya kita tidak ingin dikritik.  Tapi kita … Continue reading Muhasabah

Lampu yang Selalu Menyala

“Ya Allah... titahkan pada hujan untuk memulangkan segala kekhawatiran. Jatuh bersama awan hingga lenyap di antara dedaunan.” Tengah duduk sesosok gadis di sebuah kursi kayu depan musholla. Lagi-lagi hujan menjadi saksi perjalanan penting dalam hidupnya. Tiap tetesan itu menyimpan memori yang mudah tuk diingat kembali suatu saat ketika hujan turun lagi. Hari itu, peristiwa luar … Continue reading Lampu yang Selalu Menyala

Bumiku Sakit.

Tak pernah kubayangkan akan begini jadinya ketika aku beranjak dewasa.  Mana hayalanku yang kupikir menjadi dewasa itu enak? Bumi yang ingin kulihat luasnya, ingin kutilik setiap eloknya ternyata benar-benar hayalan. Aku hanya melihat seluruh organ bumi ini sakit. Bakteri begitu mudah menyerang terbawa droplet yang menyebar dalam bentuknya yang sangat mini. Merasuki tubuh-tubuh setiap individu … Continue reading Bumiku Sakit.

Ini Salahku.

Tak ada yang perlu diperdebatkan. Jelas, yang terjadi adalah salahku. Semburat mentari tidak kian menyapa. Tidak pula menampakkan diri. Apakah dia kecewa? Apakah sang surya sedih melihat jiwa-jiwa yang dipenuhi oleh kedengkian? Entah, tulisan ini mungkin dapat menuai kontra pada hati-hati yang bergejolak. Tapi bagaimana lagi, aku hanya ingin mengeluarkan isi hati. Setidaknya jika tidak … Continue reading Ini Salahku.

Baper Satu Muharram (Hijrah)

Ya, 1439 tahun yang lalu, pada tahun 622 M terjadilah peristiwa yang menjadi alarm bagi setiap muslim. Yaitu peristiwa Hijrah-nya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam dari Makkah ke Yatsrib (Madinah).  Sungguh, ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari peristiwa ini, yang tentunya membuat diri ini ingin hijrah, dan selalu hijrah. Hijrah yang tidak hanyak sekali, … Continue reading Baper Satu Muharram (Hijrah)

Januari 2016

Hari itu, atau tepatnya hari-hari itu. Di salah satu kisah perjuangan mencari haluan tuk masa depan, diri ini pernah menantang kemampuan dalam merangkai kata-kata. Tugasnya sederhana saja, tapi ternyata bermakna besar bagi kemudian hari. Spesialnya hari ini. Sungguh tak ternilai harganya.  Saat hari demi hari terus berganti, bilangan tanggal terus bertambah, dan pemikiran yang semakin … Continue reading Januari 2016

​Angkot Cepat

Hari ini dan beberapa hari lalu aku mendapati angkot yang luar biasa. Memangnya kenapa? Angkotnya cepat!  Lha? Ini penting banget ya? Hehe Bagi sebagian orang ini nggak penting. Tapi bagi si penulis yang setiap hari melanglangbuana bersama transportasi satu ini, tentu tidak biasa rasanya.  Jika kita lihat kebanyakan angkot, rasanya sering sekali penumpang dibuat jengkel … Continue reading ​Angkot Cepat

Apakah berat bagi hatimu?

Hari ini aku kehilangan satu kesempatan.  "Jika kamu ingin mengetahui akhlak seseorang, tanyakan pada keluarganya. " pernyataan seorang ustaz di sebuah kajian yang lantas selalu kuingat. Rasanya, pernyataan itu nyata adanya. Banyak orang yang berhasil membahagiakan banyak orang, bermimpi besar, menciptakan suatu gebrakan untuk kesuksesan orang lain. Tapi terkadang hanya di luar sana. Di tempat … Continue reading Apakah berat bagi hatimu?

Wajar? 

Langit terasa begitu cerah meski kulihat tetesan air menyiram bumi. Kebun begitu hijau meski kulihat kering oleh kemarau berhari-hari. Jalanan begitu asri meski kudapati polusi yang menyebar tiada henti. Dan lagi.. Sekejap itu yang menggundahkan hati. Membuatku bertanya-tanya tiada henti di dalam hati, apakah ini anugerah ataukah ujian? Wajarkah perasaan ini, yang disebut jatuh hati? … Continue reading Wajar?