Ya akhi…

Ya akhi... Aku tidak akan mencarimu Karena kau telah kutemukan di dalam hatiku Aku tidak akan menyapamu Karena sapaan itu telah kuajukan di setiap doaku Aku tidak akan menantimu Karena jodoh sudah tertulis di lauhul mahfuz Ya akhi... Jangan sibuk mencari aku Cari saja amal ibadah tuk melanjutkan risalah Rasul Jangan ingin menyapaku Sapa saja … Continue reading Ya akhi…

Advertisements

Ayo kita berjuang

Selama beberapa hari itu, dia tampak gelisah. Lembar demi lembar berisi soal diraihnya dengan wajah yang muram. Entah apa yang harus dilakukannya tatkala ia melakukan hal itu sendirian. Di saat semua orang asyik dengan gawai yang melenakan. Teriakan-teriakan pemain mobile legend itu semakin menggelisahkan hati. Ia pun memutuskan untuk cepat meninggalkan sekolah tatkala bel berbunyi. … Continue reading Ayo kita berjuang

Ayat-ayat cinta

"Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad) Kuputuskan membuka lembaran baru. Kutinggalkan lembar sebelumnya, yang berisi kisah indah namun mengusikkan hati. Susah melupakan, namun segenap hati harus direlakan. Terpenting hikmah didapatkan, pun bahagia di masa depan. Alhamdulillaah. Segala puji memang hanya Dia yang … Continue reading Ayat-ayat cinta

Kebencian

Gejolak amarah yang membumbung tinggi membakar suasana hati. Ada rasa ingin memaki, namun tiada arti. Pada akhirnya merugi. Tapi apa lantas benci itu henti? Jika benci hanya sekedar benci, hanya akan menguji diri. Akhirnya turut dibenci. Rasa-rasanya, kebencian terhadap sikap seseorang yang berujung kekesalan hanya akan membuat kita benci pada diri kita sendiri. Tatkala maksiat … Continue reading Kebencian

Karena…

Hai dunia! Apakah dirimu melihat senyum ini? Lihatlah senyum tak biasa ini. Hari ini hatiku penuh dengan cinta yang rasanya sulit untukku berhenti tersenyum! "Yang paling layak untuk dicintai adalah cinta itu sendiri. Dan yang paling layak untuk kita musuhi adalah permusuhan itu sendiri". Ungkapan Syaikh Badiuzzaman Said Nursi yang dikemukakan pada film AAC2 itu … Continue reading Karena…

Berawal Dari Tatap

Aku bukan penggemar roti bakar. Adapun seringkali membelinya kemudian kecewa karena ia kubeli ketika aku memang sangat lapar, namun nyatanya aku tidak benar-benar menginginkannya. Setiap sore dalam perjalanan sepanjang Jalan Pungkur, mataku menangkap spot yang berubah di sisi jalan. Sudah beberapa pekan yang lalu gerobak bubur kacang ijo dan ketan hitam berubah menjadi gerobak roti … Continue reading Berawal Dari Tatap

Tak nampak tapi berdampak

Ironi hati pedih di tengah hari yang terik. Entah apa, atau mengapa. Rasanya ingin kucoba sejenak membaringkan tubuh di pelataran jalan. Segala kesulitan dan ketidakmudahan dari hari ini pasti ada penyebabnya. Meski sekuat tenaga berucap dan mengulang memori perbuatan yang dianggap baik, nyatanya tak tentu iya. Hati berkata telah menyiapkan semua hal dengan baik, atau … Continue reading Tak nampak tapi berdampak

10 tahun lamanya

Dia pernah sesekali hilang dari pengawasanku. Tapi itu tak pernah lama. Kekosongannya selalu seakan menghampiriku lagi untuk diisi. Kupikir aku takkan lagi melihatnya. Tapi tanpa dicari, ia kutemukan lagi. Berhari-hari dilewati dengan hadirnya yang teramat berarti. Tanpanya, mungkin aku bisa menangis begitu sampai di kota. Atau mungkin menciptakan resah hati yang tiada henti selama perjalanan. … Continue reading 10 tahun lamanya

Muhasabah

Sungguh indah diri yang senantiasa bermuhasabah. Ingin rasanya diri ini menjadi salah satu bagian dari mereka para sholihin yang senantiasa mengumpulkan dosa di tiap lembaran kertas agar dapat membuangnya. Bahkan Umar Bin Khattab pernah berkata "Lakukanlah muhasabah terhadap diri sendiri,  sebelum orang lain melakukannya terhadap diri Anda". Ya,  benar.  Adakalanya kita tidak ingin dikritik.  Tapi kita … Continue reading Muhasabah

Lampu yang Selalu Menyala

“Ya Allah... titahkan pada hujan untuk memulangkan segala kekhawatiran. Jatuh bersama awan hingga lenyap di antara dedaunan.” Tengah duduk sesosok gadis di sebuah kursi kayu depan musholla. Lagi-lagi hujan menjadi saksi perjalanan penting dalam hidupnya. Tiap tetesan itu menyimpan memori yang mudah tuk diingat kembali suatu saat ketika hujan turun lagi. Hari itu, peristiwa luar … Continue reading Lampu yang Selalu Menyala