Ketidakpedulian Remaja

Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak menuju dewasa. Pada masa ini seseorang akan mengalami perubahan dari berbagai aspek, seperti perubahan fisik dan perubahan psikis yang terdiri dari perubahan sikap, spiritual, cara pandang dan lain-lain. Perubahan psikis terjadi dikarenakan oleh proses remaja yang pada masa ini berusaha mencari jati diri.
Dalam mencari jati diri tentu remaja tidak akan merasakan kemudahan. Ada begitu banyak kesulitan dan tatangan yang dialami oleh remaja demi menemukan identitas diri maupun tujuan hidup. Pada masa ini pula remaja dituntut untuk mengenal lingkungan, bersosialiasi dan mengeksplorasi alam. Hal ini tentu akan membuat banyaknya hal yang ingin diwujudkan remaja, dan tentunya akan membuat remaja menemukan semakin banyak kesulitan yang dihadapi. Menurut Rumke, kesulitan-kesulitan yang terjadi pada remaja adalah masalah individuasi, regulasi, dan integrasi. Masalah individuasi merupakan masalah yang dialami oleh remaja dalam mewujudkan diri sebagai seseorang yang dewasa. Regulasi berkaitan dengan ketidakmampuan menyesuaikan diri dengan perubahan fisik dan seksual, sedangkan masalah integrasi adalah kesulitan seseorang dalam menentukan sikap maupun bersosialisasi di lingkungan. Dari ketiga masalah ini, remaja memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Dari kesulitan ini ada remaja yang menanggapi dengan serius kemudian menanganinya, ada juga yang tidak peduli sehingga ia bersikap sesuai kehendak dirinya.

Dari sinilah muncul banyak penyimpangan remaja yang disebabkan oleh ketidak pedulian dalam menangani masalah yang ada pada dirinya. Berawal dari ketidakpedulian seorang remaja terhadap tujuan hidup, terlihat jelas di masa kini. Seorang remaja yang berada dalam status pelajar tidak melakukan tugasnya dengan benar, tetapi dipakai untuk bermain, bergaul dengan teman-teman, atau bermalas-malasan. Hal ini tentu bisa mengancam diri seorang remaja apabila tidak ditangani dengan serius.

Seorang remaja yang tidak peduli dengan identitas diri dan tujuan hidup akan menimbulkan masalah-masalah yang besar. Seperti akan muncul sikap malas yang berkepanjangan dan menyepelekan hari esok. Sikap ini sangat membahayakan karena tidak ada yang mengetahui seperti apa kehidupan di hari esok. Bisa saja bencana datang, atau kehidupan memaksanya untuk merasakan kesengsaraan dan hidupnya menjadi berantakan.

Selain membuat kehidupan pribadi berantakan, ketidakpedulian juga tentu dapat mempengaruhi lingkungan. Terlihat dengan jelas bahwa seseorang yang tidak peduli pada dirinya sendiri, akan menjadi tidak peduli juga terhadap lingkungannya. Remaja saat ini banyak yang menunjukkan sikap acuh tak acuh, tidak berempati, atau bahkan egois. Untuk masalah sepele saja seorang remaja terkadang tidak ingin melakukannya, seperti membuang sampah pada tempatnya, menyapa teman, membantu seseorang yang sedang kesusahan, atau bersikap baik di hadapan orang.

Ini sangat membahayakan. Seorang remaja seolah-olah terjebak dalam kubangan kesalahan yang dapat berdampak buruk tidak hanya bagi kehidupannya, tetapi juga kehidupan orang banyak. Remaja yang acuh tak acuh akan menimbulkan konflik fisik maupun psikis pada lingkungan. Dapat kita saksikan di masyarakat bagaimana seorang anak sudah berani membentak orang tua, saling membunuh, atau melakukan kegiatan-kegiatan kriminal lainnya. Bagaimana seorang remaja bisa mengurus bangsa ini, jika ia saja tidak mampu mengurus dirinya sendiri. Seorang remaja merupakan tonggak bangsa, namun dilihat dari kacamata saat ini seorang remaja telah lupa dan tidak melangkah di jalan yang semestinya.

Mengenai hal ini, tentu harapan setiap orang menginginkan bahwa para remaja menyadari fenomena ini. Di mana ketidak pedulian yang berawal dari diri sendiri, dapat membahayakan kehidupan. Terlebih lagi seorang remaja adalah harapan, dan kemampuan seorang remaja tentu sangat hebat dibandingkan seseorang di masa lainya, karena di masa ini seseorang memiliki banyak ide dan waktu untuk mewujudkan impian dan tujuan hidup. Maka akan lebih baik jika seorang remaja mulai mencoba peduli terhadap segala permasalahan diri, dari mulai pencarian identitas, tujuan hidup, dan cara bersosialisasi terhadap lingkungan. Sehingga seorang remaja dapat menjalani hidup dengan bahagia dan teratur. Wawasan akan mudah didapatkan dan jalan menuju tujuan akan terbuka dengan lebar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s